Kopikan Indramayu Gelar Acara Kemanusiaan

INDRAMAYU-Tanggal 21 April adalah siapa dan dimana Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara, pada 21 April 1879. Kartini adalah sosok Pahlawan Nasional Indonesia yang merupakan putri dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, seorang Bupati Jepara.

Ia dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Dia diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School) hingga usia 12 tahun. Di sekolah, Kartini belajar antara lain bahasa Belanda. Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, di rumah ia belajar sendiri, membaca, dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa yang dibacanya, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa.

Ngopi Bareng Kartini.

Agar tidak luput dalam memperingati hari besar, dimana banyak Pahlawan Indonesia yang telah tinggal nama, Komunitas Kopikan Indramayu, yang di inisiasi oleh beberapa pelaku usaha kedai kopi menggelar acara kopi yang bertema Gerakan Peduli Bencana. Tidak hanya menjadi acara seremonial, Kopikan Indramayu menggandeng kalangan pemuda dan mahasiswa Pecinta dan Peggiat Alam Se-Indramayu (PB PPAI) yang peduli membantu ketika bencana ditiap daerah terjadi. Tidak hanya itu, Kopikan Indramayu pun melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI) Indramayu, untuk para panitia maupun peserta yang ingin mendonorkan darahnya.

Berkompetensi Untuk Kemanusiaan.

Bertempat di area Kuliner Cimanuk (Kulcim), Kopikan Indramayu membuka kompetensi menyeduh untuk umum dengan mendaftarkan diri menjadi peserta, yang dimulai pada Pukul 09;00 Wib sampai dengan selesai. Dan hasil dari pendaftaran peserta yang ikut berkompetensi akan di donasikan kepada korban bencana untuk kemanusiaan. Khususnya di Indramayu sendiri yang beberapa waktu lalu terkena banjir kiriman dari waduk Jatigede yang membuat 5 Kecamatan di Indramayu porak poranda dan lumpuh seketika.

Selaku Panitia yang memiliki kedai kopi, Ino (27/04), menjelaskan bahwa seluruh peserta yang ikut berjumlah 26 orang, adapun hadiahnya berupa biji kopi, Vocher, dan sertifikat. Jelas Ino.

Begitu pun Riyan pemilik kedai sektor 21, apa rencana Kopikan Indramayu di hari-hari besar yang akan datang, Riyan menjelaskan, Mudah-mudahan bisa, selagi dikasih kesempatan dan kesehatan. Tandasnya.

Resi, sebagai peserta yang menempati posisi kedua,  mengatakan bahwa dengan ikut acara yang di selenggarakan oleh komunitas Kopikan Indramayu sangat berguna, Resi merasa mendapatkan kesempatan dengan mengetahui metode penyeduhan kopi yang baik dan benar, mengetahui Aroma kopi dari tiap Daerah. Serta ia pun mengakui perlunya acara Kopi di Hari besar di selenggarakan Komunitas Kopikan Indramayu untuk kemanusiaan. Pesan moral yang baik ketika di wawancarai.(RT)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages